sebuah tulisan yang saya terima via email dari seorang teman yang katanya lagi diambil dari blognya Adhitya Mulya (pengarang "Jomblo"). karena saya fikir bagus euy isinya, makanya walau lagi-lagi co-pas, ingin saya sharing juga di sini ;-)
*** Bedanya Membaca dan Mengaji Sunday, October 21, 2007
Dulu dan Sekarang Di tahun 800 dan 1100, propinsi Andalusia di Spanyol selatan dan Kerajaan Islam di Iraq sangat gemar melakukan discovery dalam science. Di saat itu kedua peradaban ini memberi kontribusi langsung terhadap kemajuan pengetahuan dunia. Sumber dari penemuan-penemuan mereka ada dua: 1. Mereka merevitalisasi science yang dikembangkan orang yunani kuno, yang tidak dipedulikan bangsa eropa di waktu itu. Mereka mempelajari kembali pitagoras, hukum archimedes etc. 2. Mereka, para santri ini gemar mengaji untuk menemukan pengetahuan-pengetahuan yang Allah siratkan di dalamnya.
Biologi, Allah dalam Al-Alaq menyiratkan proses penciptaan manusia secara biologis. Di sana juga Allah menyiratkan bahwa sesuatu yang organik akan kembali menjadi tanah.
Biologi, Allah menyiratkan lanjutan dari evolusi manusia dalam Al-Ankabuut. Di sana dia bercerita bahwa pada awalnya, manusia berumur ribuan tahun. Nabi Nuh berumur 950 tahun.
Advanced Physiscs, Allah dalam Al-Kahfi mengajarkan teori relativitas.
Advanced Physiscs, Al-Ma'aruu menyiratkan dasar-dasar dari kecepatan cahaya. Ini dipecahkan oleh seorang profesor di Mesir beberapa tahun yang lalu kalo gak salah.
Kemudian karena perang, kedua peradaban ini pudar.
Sekarang Indonesia adalah peradaban islam terbesar di dunia dengan populasi 220 juta orang. Hanya saja bukan peradaban islam yang islami.
Yang mengganggu pikiran gua adalah, dulu di Andalusia dan Iran hanya ada ratusan ribu orang namun mereka bisa maju sekali. Kita bangsa 220 juta orang gak bisa maju. Kenapa? Padahal meski kita terpisah 1000 tahun, pedoman kita sama. Al-Qur'an.
Apakah ini artinya kita, bangsa islam sekarang, tidak menggunakan sebagaimana mestinya?
Jawabannya ya.
Pengertian dari Mengaji Arti Dari Niatnya Growing up, yang kita dengar adalah "Udah maghrib, sana ngaji biar dapet pahala"
"Setiap ayat yang dibaca berpahala 1. Jika berwudhu, berlipat puluhan. Jika di bulan puasa, berlipat ratusan"
Dapet pahala memang baik tapi gua selalu merasa aneh, kenapa kok ya rasanya kita dididik jadi umat untuk jadi pamrih? Ngaji biar dapet pahala? Gua pengen ngaji karena gua pengen tahu Allah bilang apa. Dapet pahala bagus, tapi jangan sampe kita ibadah untuk dapet pahala.
Beribadahlah agar kita mendapat ridho Allah. Gak usah pamrih bener sama pahala.
Beribadahlah agar kita bisa jadi umat yang maju dan setelah maju, membantu mereka yang tertinggal.
Tapi ini nggak, kita baca Qur'an agar kita dapet pahala. Kita secara tidak sadar telah mereduce diri kita untuk jalan di tempat.
Mengajilah agar kita tahu apa pesan yang Alah ingin sampaikan. After all, kita bukan orang arab. Bacalah artinya.
Arti Dari Bahasanya Mengaji berasal dari kata dasar Kaji. Artinya, menganalisis (bukan duburisis) secara menyuluruh dari segala aspek. Tapi apa yang kita lakukan sekarang? Kita hanya membaca Qur'an. Bukan meng-kaji Qur'an. Gua bisa bilang gini karena 99% umat islam non-arab yang gak bisa bahasa arab, hanya baca Qur'an tanpa baca artinya.
Abis amin, udah selesai.
Ada rasa lega di dalam hati. Bagus.
Ada rasa dekat dengan Allah. Bagus.
Ada pahala yang didapat. Bagus.
Tapi seharusnya kita bisa dapat lebih dari itu jika berusaha lebih. Baca lah artinya dan kita aka tahu apa yang Allah firmankan pada kita. Bacalah artinya dan kita akan menemukan banyak ilmu di dalamnya.
Contoh betapa memalukannya umat islam karena kita hanya baca Qur'an dan tidak meng-kaji Qur'an.
Poligami
kita umat Islam tahu Allah membolehkan poligami tapi tidak mengerti kenapa dibolehkan. Allah menurunkan ayat untuk berploigami hanya setelah perang badar di tahun 600 AD. Saat itu banyak janda perang yang tidak terurus dan saat itu hukum budaya Arab adalah ketika suami meninggal, hartanya pergi ke keluarga suami dan sang janda beranak 4 itu tidak dapat apa-apa.
Nabi sendiri selalu monogamis dengan istri pertamanya sampai dia meninggal. Nabi hanya berpoligami setelah ayat itu turun dan memberi contoh pada umatnya untuk mengambil janda perang. Dia juga menggunakan poligami untuk tujuan politik saja. Dengan mengawini anak-anak kepala suku, situasi jadi stabil karena semua kepala suku tidak akan berani berperang melawannya. Ini memberikan dia waktu untuk mengajarkan ajarannya.
Kemudian ada pertanyaan, "Kalo kasian sama janda perang, kenapa gak disantuni aja, kenapa boleh dinikahi? Karena setiap manusia memiliki harga diri. Kita gak mungkin mengasihani janda seumur hidup. Janda juga manusia yang memiliki hak mencintai dan dicintai. Hak untuk merasa dan menjalani hidup. Ini susah dilakukan di tempat perang di mana banyak pria meninggal dan demografi gak seimbang, Thus, boleh poligami. Bayangkan kalau kita jadi janda di Iraq. Laki-laki gak ada udah abis. Mungkin mereka bisa single parent tapi tetep aja hampa gak ada cinta.
Gua sendiri gak setuju dengan poligami di Indonesia. Kita gak perang, gak kurang laki, thus, gak perlu poligami. Kalo Aa Gym dan pelaku poligami lainnya di Indonesia, memang benar mau poligami demi ibadah, mestinya mereka dan istrinya pergi ke Afganishtan, cari janda perang dan nikahi janda itu. Itu lah berpoligami yang benar.
Semua ini ada di Qur'an tapi kita gak tahu. Kenapa? Karena kita gak bisa baca arab kuno. Kita hanya baca Qur'an tanpa meng-kaji artinya. Di saat kita gak kaji, pesan terhambat. Bagaimana kita bisa meng-kaji sesuatu kalau artinya gak kita baca?
Bagaimana kita bisa mengerti apa yang Allah berusaha pesankan pada kita kalau kita gak ngerti bahasa arab dan gak berusaha membaca artinya? Umur gua 29 tahun dan baru di tahun 2007 lah gua berikrar, gua gak mau baca Qur'an kalau gak baca artinya.
Membaca Quran bagus, granted. Dapet pahala, granted. Tapi kalo gak baca artinya tetep aja pesan Allah terhambat di translasi yang gua gak baca.
Arti Dari Konsepnya Santri jaman sekarang sepertinya gak kalah dengan santri jaman sekarang. Sama-sama hafal Quran. Lantas kenapa santri Andalusia jaman dulu bisa memecahkan trogonomteri untuk mengonstruksi bangunan sedang santri indonesia jaman sekarang belum tentu tau apa arti trigonometri. Sedangkan mahasiswa ITB yang hafal trigonometri belum tentu hafal Quran.
Kenapa?
Ini karena jaman dulu, Al-Quran memiliki 2 fungsi: - Rujukan agama - Rujukan pengetahuan
Kita jaman sekarang telah dengan bodohnya berhasil memisahkan keduanya. Mau tau agama? Ada ratusan ribu bedah Qur'an di mesjid se Indonesia. Mau belajar advance physics- sekarang gua tanya, waktu mau ujian trogonometri dulu, pada buka Qur'an? See?
Salah kita sendiri gua rasa yang menempatkan Qur'a sebagai tool agama dan bukan tool untuk science.
Science dalam Al-quran ada 2 macam: 1. Tersurat. Ini artinya Allah bener-bener jelasin. 2. Tersirat. Allah menyiatkan saja dan menuntut umatnya membedah lebih lanjut.
Contoh: babi haram. Semua tahu, di Qur'an ada. Tapi kalo orang lain tanya kenapa haram, kita bengong. kemudian orangitu akan tanya: kenapa kita menjalani sesuatu yang kita sendiri gak tau kenapa.
Bikin malu umat sendiri.
Seorang profesor di Egypt sudah memecahkan ini. Babi adalah satu-satunya mamalia yang memiliki ginjal tidak sempurna. Darah kotor mamalia berisi urea yang beracun. Urea ini oleh ginjal mamalia disaring 98%. Dalam tubuh babi however, regrettably kebalikannya. Ginjal babi hanya menyaring 2% urea. Artinya 98% urea dalam darah tetap dalam darah dan terserap ke dagingnya.
Bukankah darah kotor bisa dikeluarkan melalui penyembelihan di leher?
Ya, tapi sayangnya lagi, babi adalah satu-satunya mamalia yang tidak memiliki leher.
Yah itu sedikit uneg-uneg gua akan kehidupan sosial dan spiritual kita.
Tidak adanya kesadaran dari kita untuk membaca arti dari pesan-pesan Allah telah mereduce kita sendiri menjadi umat yang mengikuti larangan tanpa tau kenapa.
Sebuah renungan untuk diri pribadi dan juga untuk saudara, kerabat & sahabat (cop-pas dari milis tetangga pula nih ^_^ )
***
Bila kita akan 'berangkat" dari alam ini, ia ibarat penerbangan ke sebuah negara.
Dimana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur penerbangan, tetapi melalui Al-Qur'an dan Al-Hadist.
Dimana penerbangan bukannya dengan Garuda Airlines, Singapore Airlines, atau American Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines.
Dimana bekal kita bukan lagi tas seberat 23Kg, tetapi amalan yang tak lebih dan tak kurang.
Dimana bajunya bukan lagi Pierre Cardin, atau setaraf dengannya, akan tetapi kain kafan putih.
Di imana pewanginya bukan Channel atau Polo, tetapi air biasa yang suci.
Dimana passport kita bukan Indonesia , British atau American, tetapi Al-Islam.
Dimana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi 'Laailaahaillallah'
Dimana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi Izrail dan lain-lain.
Dimana servisnya bukan lagi kelas business atau ekonomi, tetapi sekedar kain yang diwangikan.
Dimana tujuan mendarat bukannya Bandara Cengkareng, Heathrow Airport atau Jeddah International, tetapi tanah pekuburan.
Dimana ruang menunggunya bukan lagi ruangan berAC dan permadani, tetapi ruang 2x1 meter, gelap gulita.
Dimana pegawai imigrasi adalah Munkar dan Nakir, mereka hanya memeriksa apakah kita layak ke tujuan yang diidamkan.
Dimana tidak perlu satpam dan alat detector.
Dimana lapangan terbang transitnya adalah Al Barzah
Dimana tujuan terakhir apakah Syurga yang mengalir sungai di bawahnya atau Neraka Jahannam.
Penerbangan ini tidak akan dibajak atau dibom, karena itu tak perlu bimbang.
Sajian tidak akan disediakan, oleh karena itu tidak perlu merisaukan masalah alergi atau halal haram makanan.
Jangan risaukan cancel pembatalan, penerbangan ini senantiasa tepat waktunya, ia berangkat dan tiba tepat pada masanya.
Jangan pikirkan tentang hiburan dalam penerbangan, anda telah hilang selera bersuka ria.
Jangan bimbang tentang pembelian tiket, ianya telah siap di booking sejak anda ditiupkan ruh di dalam rahim ibu.
YA! BERITA BAIK!! Jangan bimbangkan siapa yang duduk di sebelah anda. Anda adalah satu-satunya penumpang penerbangan ini. Oleh karena itu bergembiralah selagi bisa! Dan sekiranya anda bisa!
Hanya ingat! Penerbangan ini datang tanpa 'Pemberitahuan' . Cuma perlu ingat!! Nama anda telah tertulis dalam tiket untuk Penerbangan. ...
Saat penerbangan anda berangkat... tanpa doa Bismillahi Tawakkaltu 'Alallah, atau ungkapan selamat jalan.
Tetapi Innalillaahi Wa Inna ilaihi Raaji'uun... . Anda berangkat pulang ke Rahmatullah. Mati.
ADAKAH KITA TELAH SIAP UNTUK BERANGKAT? 'Orang yang cerdas adalah orang yang mengingat kematian. Karena dengan kecerdasannya dia akan mempersiapkan segala perbekalan untuk menghadapinya. '
ASTAGHFIRULLAH 3X, semoga ALLAH SWT mengampuni kita beserta keluarga... Amiin WALLAHU A'LAM
Catatan: Penerbangan ini berlaku untuk segala umur...tanpa kecuali, maka perbekalan lebih baik dipersiapkan sejak dini.....sangat tidak bijak dan tidak cerdas bagi yang menunda-nunda mempersiapkan perbekalannya.
Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga hal yaitu: 1. Doa Keluarga 2. Hartanya 3. Amalnya
Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal Bersamanya yaitu;
1. Keluarga dan Hartanya Akan Kembali 2. Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.
Maka ketika Roh Meninggalkan Jasad...Terdengarlah suara dari langit memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan.. Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, Atau Dunia Yang Meninggalkanmu Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan, Atau Kekayaan Yang Telah Menumpukmu Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menguburmu."
Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan..Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan... Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat, Mengapa Kini Terkulai Lemah Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, Mengapa Kini Tuli Dari Seribu Bahasa Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini Raib Tak Bersuara."
Ketika Mayat Siap Dikafan...Suara Dari Langit Terdengar Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha, tapi Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah ."
"Wahai Fulan Anak Si Fulan... Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan Nun Jauh Tanpa Bekal Kau Telah Keluar Dari Rumahmu Dan Tidak Akan Kembali Selamanya Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan."
Ketika Mayat Diusung.... Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan.. Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Tobat Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat."
Ketika Mayat Siap Dishalatkan. ...Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan.. Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk."
Ketika Mayat Dibaringkan Di Liang Lahat....terdengar Suara Memekik Dari Langit, "Wahai Fulan Anak Si Fulan... Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini Wahai Fulan Anak Si Fulan... Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis Dahulu Kau Bergembira, Kini Dalam Perutku Kau Berduka Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa."
Ketika Semua Manusia Meninggalkannya Sendirian... Allah Berkata Kepadanya, "Wahai Hamba-Ku.... . Kini Kau Tinggal Seorang Diri Tiada Teman Dan Tiada Kerabat Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap.. Mereka Pergi Meninggalkanmu...Seorang Diri Padahal, Karena Mereka Kau Pernah Langgar Perintahku
Hari Ini,.... Akan Kutunjukan Kepadamu kasih Sayang-Ku Yang Akan Takjub Seisi Alam Aku Akan Menyayangimu Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya".
Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman, "Wahai Jiwa Yang Tenang Kembalilah Kepada Tuhanmu Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba- Ku Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku"
sedikit renungan...........................disela kesibukan..................... (dari milis tetangga)
Dalam suatu Konfrensi iblis, syaitan dan jin, dikatakan: "Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke Mesjid", "Kita tidak dapat melarang mereka membaca Al-Qur'an dan mencari kebenaran", "Bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan Tuhan mereka Allah dan Pembawa risalahNya Muhammad", "Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan kita akan lumpuh."
"Oleh sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke Masjid; biarkan mereka tetap melakukan kesukaan mereka, TETAPI CURI WAKTU MEREKA, sehingga Mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah".
"Inilah yang akan kita lakukan," kata iblis. "Alihkan perhatia n mereka dari usaha meningkatkan kedekatannya kepada Allah dan awasi terus kegiatannya sepanjang hari!". "Bagaimana kami melakukannya?" tanya para hadirin yaitu iblis, syaitan, dan jin. Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan mereka, dan ciptakan tipudaya untuk menyibukkan fikiran mereka,"
Jawab sang iblis "Rayu mereka agar suka BELANJA, BELANJA DAN BELANJA SERTA BERHUTANG, BERHUTANG DAN BERHUTANG".
"Bujuk para istri untuk bekerja di luar rumah sepanjang hari dan para suami bekerja 6 sampai 7 hari dalam seminggu, 10 - 12 jam seminggu, sehingga mereka merasa bahwa hidup ini sangat kosong." "Jangan biarkan mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka."
"Jika keluarga mereka mulai tidak harmonis, maka mereka akan merasa bahwa rumah bukanlah tempat mereka melepaskan lelah sepulang dari bekerja". "Dorong terus cara berfikir seperti itu sehingga mereka tidak merasa ada ketenangan di rumah."
"Pikat mereka untuk membunyikan radio atau kaset selama mereka berkendaraan". "Dorong mereka untuk menyetel TV, VCD, CD dan PC di rumah. Sepanjang hari. Bunyikan musik terus menerus di semua restoran maupun toko2 di dunia ini."
"Hal ini akan mempengaruhi fikiran mereka dan merusak hubungan mereka dengan Allah dan RasulNya"
"Penuhi meja-meja rumah mereka dengan majalah-majalah dan tabloid". "Cekoki mereka dengan berbagai berita dan gosip selama 24 jam sehari".
"Serang mereka dengan berbagai iklan-iklan di jalanan". "Banjiri kotak surat mereka dengan informasi tak berguna, katalog-katalog, undian-undian, tawaran-tawaran dari berbagai macam iklan.
"Muat gambaran wanita yang cantik itu adalah yang langsing dan berkulit mulus di majalah dan TV, untuk menggiring para suami berfikir bahwa PENAMPILAN itu menjadi unsur terpenting, sehingga membuat para suami tidak tertarik lagi pada istri-istri mereka"
"Buatlah para istri menjadi sangat letih pada malam hari, buatlah mereka sering sakit kepala".
"Jika para istri tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka akan mulai mencari di luaran". "Hal inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah keluarga"
"Terbitkan buku-buku cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka untuk mengajarkan anak-anak mereka akan makna shalat."
"Sibukkan mereka sehingga tidak lagi punya waktu untuk mengkaji bagaimana Allah menciptakan alam semesta. Arahkan mereka ke tempat-tempat hiburan, fitness, pertandingan-pertandingan, konser musik dan bioskop."
"Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK DAN SIBUK." "Perhatikan, jika mereka jumpa dengan orang shaleh, bisikkan gosip-gosip dan percakapan tidak berarti, sehingga percakapan mereka tidak berdampak apa-apa. "
"Isi kehidupan mereka dengan keindahan-keindahan semu yang akan membuat mereka tidak punya waktu untuk mengkaji kebesaran Allah." "Dan Dengan segera mereka akan merasa bahwa keberhasilan, kebaikan/kesehatan keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan atas izin Allah)."
"PASTI BERHASIL, PASTI BERHASIL." "RENCANA YANG BAGUS." Iblis, syaitan dan jin kemu dian pergi dengan penuh semangat melakukan tugas MEMBUAT MUSLIMS MENJADI LEBIH SIBUK, LEBIH KALANG KABUT, DAN SENANG HURA-HURA". "Dan hanya menyisakan sedikit saja waktu buat Allah sang Pencipta." "Tidak lagi punya waktu untuk bersilaturahmi dan saling mengingatkan akan Allah dan RasulNya".
***
Sekarang pertanyaan saya adalah, "APAKAH RENCANA IBLIS INI AKAN BERHASIL???"
Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra : "Ya Aisyah jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu : Sebelum khatam Al Qur'an, Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir, Sebelum para muslim meridloi kamu, Sebelum kaulaksanakan haji dan umroh....
Bertanya Aisyah :"Ya Rasulullah....Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?" Rasul tersenyum dan bersabda: "Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas tiga kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur'an. Bacalah sholawat untukKu dan para nabi sebelum aku,maka kami semua akan memberi syafaat di hari kiamat. Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meredhoi kamu. Dan perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil & bertakbir maka seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh"
Tanggal 29 maret 2007 yang lalu, saya mengikuti Kajian Islam Dzuhur Indosat (KIDI) dengan materi "Boleh Jadi Kiamat Sudah Dekat" dengan pemateri seorang da'i yang sudah cukup kondang yaitu Ustadz Ihsan Tandjung, Lc
Sayang sekali saat itu saya menuliskan apa yang saya dapat dari KIDI tersebut hanya dalam secarik kertas sehingga sempat hilang entah dimana. Alhamdulillah, semalam saya 'oprak-oprek' lemari pustaka pribadi saya di rumah dan menemukan lembaran ini. Sayang tercecer begitu saja dan khawatir hilang lagi, saya coba sharing aja ya ke warga MP, mudah-mudahan bermanfaat walaupun mungkin tidak sistematis dan pasti banyak kekurangan & ketidaklengkapan informasi, tapi pan "ballighu annii walau aayat" ... ;-)
oh ya, tulisan ini juga saya tambahkan informasi profile dajjal yang saya terima via email dari seorang sahabat. Jadi, memang tidak seluruhnya rangkuman KIDI ya...
***
Boleh jadi Kiamat Sudah Dekat by. Ustadz Ihsan Tandjung
Iman kepada Allah SWT dan hari akhir seringkali disebut secara berpasangan. Dan persepsi kita tentang hari akhir selalu hanya tertuju pada satu yaitu hari kiamat, Padahal sebenarnya yang dinamakan hari akhir terdiri dari 3 fase, yaitu (1) fase tanda-tanda sebelum kiamat (2) fase hari kiamat (3) fase tanda-tanda paska kiamat
Berikut adalah tanda-tanda akhir jaman / hari akhir : (1) tanda-tanda kecil jumlahnya banyak dan datangnya lebih dulu
(2) tanda-tanda besar jumlahnya hanya ada 10 dan datangnya belakangan, yaitu : * Munculnya asap * Munculnya Dajjal - Hafal & faham 10 ayat pertama Q.S. Al-kahfi, Insya Allah akan terhindar dari fitnah Dajjal, serta senantiasa memanjatkan doa pada setiap penghujung tasyahud akhir : "Ya Allah, aku memohon perlindungan pada-Mu dari siksa neraka jahanam, adzab kubur, fitnah (cobaan) hidup dan mati serta dari keburukan fitnah dajjal." - Rasulullah saw bersabda kepada kami, Dajjal akan keluar dari bumi ini dibagian timur bernama Khurasan (Jamiu at Tirmidzi). - Abû Hurayrah meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda:"Hari Kiamat tidak akan datang hingga 30 Dajal (pendusta) muncul, mereka semua berdusta tentang Allah dan Rasul-Nya. " - Profil Dajjal : > Dajjal seorang laki yang berpostur pendek, gempal, berambut kribo, berkaki bengkok (agak pengkor). > Dajjal memiliki mata yang buta. > Dajjal datang dan bersama ada gunung roti dan sungai air. > Dajjal memiliki kemampuan berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan depat dan kecepatannya seperti hujan badai atau secepat awan yang ditiup angin kencang. > Dajjal mengikuti pengikut yang sangat banyak, bahkan di akhir zaman nanti banyak manusia yang berangan-angan untuk berjumpa dengan Dajjal. > Dajjal akan muncul dengan mengaku sebagai orang bijak/ baik, sehingga banyak sekali orang yang tertarik untuk mengikutinya. > Dajjal akan muncul dan mengaku sebagai nabi. > Dajjal akan menggunakan nama Al-Masih. > Dajjal akan mengaku sebagai Tuhan. > Dajjal akan mendakwahkan agama Allah. > Dajjal mampu menghidupkan orang mati dan menyembuhkan orang sakit. > Dajjal dapat menurunkan hujan. > Dajjal bisa mengeluarkan perbendaharaan (perhiasan dan harta) dari bangunan yang roboh, lalu perbendaharaan itu akan mengikuti ratunya. > Dajjal akan membunuh seseorang dan menghidupkannya kembali. > Dajjal bisa berpindah raga dan tempat dari satu bentuk ke bentuk lainnya. > Dajjal bisa membesarkan tubuhnya. > Dajjal biasa keluar masuk pasar dan makanan. > Dajjal bisa memerintahkan bumi untuk mengeluarkan tumbuh2an dan air. > Dajjal tidak memliki anak. > Dajjal memimpin orang yahudi. > Dajjal muncul di zaman pertikaian.
* Munculnya binatang melata di bukit Shofa * Matahari terbit dari barat * Turunnya Isa Al-Masih * Munculnya Ya'juz dan Ma'juz (terminator) * Pembenaman bumi di barat * Pembenaman bumi di timur * Pembenaman bumi di Jazirah Arab * Keluarnya api dari Yaman
Risalah Perjalanan Umat Nabi muhammad SAW : [1] Babak kenabian Babak ini berjalan dalam kurun waktu 23 tahun
[2] Babak Kekhalifahan / Khulafarausyidin Babak ini berjalan dalam kurun waktu 30 tahun
[3] Babak Raja yang Menggigit / Sistem Keturunan Babak ini berjalan dalam kurun waktu 13 abad. Contohnya Raja Utsmani Turki
[4] Babak Raja Diktator Babak ini merupakan babak yang sedang berjalan saat ini Terdapat 3 sikap mental yang harus dilakukan pada babak ke-4 ini, yaitu : > Sabar > IstiQomah, dan > Tafa'ul (optimis)
[5] Babak Kekhalifahan Babak yang akan muncul kemudian dan hanya Allah SWT yang tahu.
1. Berhiaslah untuk isteri anda sebagaimana anda senang apabila ia berhias untuk anda. 2. Merayu isteri dan mencandainya. 3. Mempergaulinya dengan lemah lembut dan kasih sayang. 4. Penuhi kesenangannya untuk berbicara dan bercakap-cakap (bercengkerama) . 5. Panggillah isteri dan nama kesukaannya. 6. Jauhilah sikap emosional dan tempramental. 7. Berilah isteri anda rasa aman dan tenang. 8. Membuatnya gembira dengan pemberian yang mengejutkan. 9. Masuklah ke dalam rumah dengan wajah berseri-seri dan tersenyum. 10. Berlemahlembutlah dalam berbicara. 11. Bicarakanlah sesuatu yang menyenangkannya. 12. Memujinya di hadapan keluarga anda dan keluarganya. 13. Menghargai penampilannya. 14. Berikanlah hadiah (romantis) semisal bunga atau selainnya sebagai penguat cinta diantara keduanya. 15. Hilangkanlah kejenuhan rutinitas sehari-hari dengan bertamasya (rihlah) atau selainnya. 16. Terimalah kekurangan-kekurangannya karena tidak ada manusia yang sempurna. 17. Jagalah diri dari perkara-perkara sepele yang dapat bertumpuk menjadi masalah besar. 18. Bantulah isteri anda dalam urusan-urusan rumah tangga. 19. Jangan kikir dengan perasaan anda. Ekspresikan perasaan anda kepadanya dengan kelembutan dan kejujuran. 20. Hargai akal dan buah pemikirannya. 21. Selalulah berbaik sangka kepada dirinya. 22. Bangkitkanlah perasaannya bahwa ia adalah wanita yang ideal bagi anda. 23. Bantulah ia meningkatkan kemampuannya. 24. Jagalah perasaannya terutama di saat haidh dan hamil. 25. Bantulah dirinya di dalam mengurusi anak-anak. 26. Hormati keluarganya, berbuat baik kepada mereka dan tidak melarangnya untuk mengunjungi keluarganya. 27. Makan bersama di rumah atau tempat lain yang tenang dan aman dari fitnah. 28. Berikan pujian dan sanjungan kepada dirinya. 29. Jagalah rahasianya dan janganlah menyebarkannya. 30. Jagalah hak-haknya dan janganlah menyia-nyiakannya. 31. Berbuat adillah kepada dirinya. 32. Perlakukanlah dirinya dengan baik dan lemah lembut. 33. Bersikaplah realistis dan jadikanlah dirinya sebagai isteri yang ideal bagi anda. 34. Bekerja sama dengannya di dalam ketaatan kepada Allah. 35. Janganlah anda terlalu sering meninggalkan dirinya dan rumah. 36. Yang lalu biarlah berlalu dan jangan suka mengungkit-ungkit kesalahan yang telah berlalu. 37. Jangan memberikan peluang kepada orang lain untuk mencampuri urusan rumah tangga anda. 38. Jauhi motivasi yang buruk tatkala menikah. 39. Jagalah kesehatannya secara intensif. 40. Ajaklah isteri anda ke dalam kebahagiaan anda. 41. Kirimlah surat kepadanya apabila anda jauh darinya. 42. Jelas dan tidak tergesa-gesa apabila anda meminta sesuatu padanya sehingga dia faham dan tidak bingung dengan apa yang anda inginkan. 43. Maklumilah kecemburuannya dan maafkanlah. 44. Bantulah dirinya di dalam menghadapi persoalan-persoalan yang menyusahkan dan membosankan. 45. Ikutilah petunjuk Islam ketika isteri anda berpaling. 46. Jangan menganggap diri anda selalu benar. 47. Mengikuti petunjuk Islam tatkala melakukan hubungan intim. 48. Tidak mendatangi isteri dari dubur atau tatkala haidh. 49. Menjaganya dari pandangan-pandangan jahat manusia. 50. Memberinya anggaran khusus selain biaya hidup sehari-hari. 51. Nikmatilah nikmatnya lupa terutama yang berkaitan dengan musibah-musibah yang menyedihkan, kesalahan-kesalahan dan perilaku isteri di masa lalu. 52. Janganlah anda menunggu-nunggu mukjizat, karena isteri anda adalah unik dengan karakternya dan janganlah anda memaksanya berubah sekehendak anda. Terimalah dirinya apa adanya, tutuplah mata dari kelemahan-kelemahannya dan bukalah mata dari kelebihan-kelebihannya. Insya Allah isteri anda akan semakin mencintai anda.
*Oleh : Adil Fathi Abdillah** Sumber : Kiat-kiat disayang isteri, Pustaka al-Sofwa, penterjemah : Akhyar ash-Shidiq Muhsin, Lc., Editor : Kholid Syamhudi, Lc. Judul Asli : Kayfa Taj'al Zawjataka Tuhibbuka*
Bagi mereka yg mencari Mawaddah (kasih), Sakinah (ketentraman) dan Rahmah (sayang) dalam Keluarga.
Bismillahirrahmaanirahiim
Dengan kerendahan hati mari kita simak pesan2 Al-qur'an tentang tujuan hidup yang sebenarnya Nasehat ini untuk semuanya ........... Untuk mereka yang sudah memiliki arah......... Untuk mereka yang belum memiliki arah......... dan untuk mereka yang tidak memiliki arah. nasehat ini untuk semuanya....... Semua yang menginginkan kebaikan.
Saudaraku............. Nikah itu ibadah....... Nikah itu suci,ingat itu...... Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena kecantikan, bisa karena keturunan dan bisa karena agama. Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan sebagai alasan............ karena semua itu akan menyebabkan celaka. Jadikan agama sebagai alasan........ Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.
Saudaraku.......... Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta........ Namun......jika cinta engkau jadikan sebagai landasan, maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur. Jadikanlah " ALLAH " sebagai landasan...... Niscaya engkau akan selamat Tidak saja dunia, tapi juga akherat....... Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan...... Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.
Saudaraku........... Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam "istanamu"...... disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan....... Jika ini kau lakukan " istanamu " tidak akan langgeng..... Lihatlah manusia ter-agung Rasulullah saw.... tidak marah ketika harus tidur di depan pintu, beralaskan sorban, karena sang istri tercinta tidak mendengar kedatangannya. Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan tersaji dihadapannya ketika lapar........ Menjahit bajunya yang robek........
Saudaraku......... Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam "istanamu "........ Disayang, dimanja dan dilayani suami...... Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu........ Jika itu engkau lakukan " istanamu " akan menjadi neraka bagimu
Saudaraku............ Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu......... Jangan engkau terlalu menuruti istrimu...... Jika itu engkau lakukan akan celaka.... Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih, tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah..... Lihatlah bagaimana Allah menegur " Nabi "-mu tatkala mengharamkan apa yang Allah halalkan hanya karena menuruti kemauan sang istri. Tegaslah terhadap istrimu................. Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah....... Jangan biarkan dia dengan kehendaknya........ Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth........... Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang..... Istrimu bisa menjadi musuhmu........... Didiklah istrimu........ Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama yang loyal terhadap tugas suami, Ibrahim. Jadikan dia sebagai Maryam, wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya...... Jadikan dia sebagai Khadijah, wanita utama yang bisa mendampingi sang suami Rasulullah saw menerima tugas risalah..... Istrimu adalah tanggung jawabmu.... Jangan kau larang mereka taat kepada Allah..... Biarkan mereka menjadi wanita shalilah.... Biarkan mereka menjadi Hajar atau Maryam........ Jangan kau belenggu mereka dengan egomu...
Saudaraku....... Jika engkau menjadi istri......... Jangan engkau paksa suamimu menurutimu...... Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah...... siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadap tugas suami..... Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa menjaga kehormatannya.... Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa yang bisa mendampingi suami menjalankan misi. Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu.... Jangan kau usik suamimu dengan tangismu.... Jika itu kau lakukan..... Kecintaannya terhadapmu akan memaksanya menjadi pendurhaka................jangan..........
Saudarau........ Jika engkau menjadi Bapak...... Jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim Jadilah bapak yang kasih seperti Rasulullah saw Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah.......... Ajaklah mereka taat kepada Allah....... Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti....... Jadikan dia sebagai Ismail yang taat....... Jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan'an yang durhaka.
Mohonlah kepada Allah.......... Mintalah kepada Allah, agar mereka menjadi anak yang shalih..... Anak yang bisa membawa kebahagiaan.
Saudaraku........ Jika engkau menjadi ibu.... Jadilah engaku ibu yang bijak, ibu yang teduh.... Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu.... Jadikanlah mereka mujahid......... Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah..... Jangan biarkan mereka bermanja-manja..... Jangan biarkan mereka bermalas-malas.......... Siapkan mereka untuk menjadi hamba yang shalih.... Hamba yang siap menegakkan Risalah Islam.
Dikisahkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sbb :
Tatkala Allah Ta’ala menciptakan bumi, maka bumipun bergetar. Lalu Allah menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumipun terdiam.
Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya ”Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada gunung ?”
Allah menjawab, ”Ada, yaitu besi” (kita mafhum bahwa gunung batupun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi),
Para malaikat bertanya lagi ”Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada besi ?”
Allah yang Maha Suci menjawab, ”Ada, yaitu api” (besi, bahkan bajapun bisa menjadi cair dan lumer setelah dibakar api),
Para malaikat kembali bertanya ”Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada api ?”
Allah yang Maha Agung menjawab, ”Ada, yaitu air” (api membara sedahsyat apapun niscaya akan padam jika disiram air),
Para malaikatpun bertanya kembali ”Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada air ?”
Allah yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna menjawab, ”Ada, yaitu angin” (air disamudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tiada lain karena kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat),
Akhirnya para malaikatpun bertanya lagi ”Ya Allah, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dahsyat dari itu semua ?”
Allah yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatannya menjawab, ”Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya”.
Artinya, yang paling hebat, paling kuat dan paling dahsyat sebenarnya adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.
Berkaitan dengan ikhlas ini, RasulAllah SAW mengingatkan dalam pidatonya ketika beliau sampai di Madinah pada waktu hijrah dari Makkah : ”Wahai segenap manusia ! Sesungguhnya amal itu tergantung kepada niat, dan seseorang akan mendapatkan (pahala) sesuai dengan apa yang diniatkannya”.
Oleh karena itu hendaknya kita selalu mengiringi sedekah kita dengan niat yang ikhlas hanya karena Allah semata, tanpa tendensi ingin dipuji, dianggap dermawan, dihormati, dll yang dapat menjadikan sedekah kita menjadi sia-sia.
"GANJARAN BERSEDEKAH"
RasulAllah Shollallahu Alaihi Wa Sallam menganjurkan kepada kita umatnya untuk memperbanyak sedekah, hal itu dimaksudkan agar rezeki yang Allah berikan kepada kita menjadi berkah.
Allah memberikan jaminan kemudahan bagi orang yang berdekah, ganjaran yang berlipatganda (700 kali) dan ganti, sebagaimana firman-Nya dan sabda RasuluAllah SAW, sbb :
(1) Allah Ta’ala berfirman, ”Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga) maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah”. {Qs. Al Lail (92) : 5-8}
(2) Allah Ta’ala berfirman, ”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas (kurnia-Nya) lagi maha mengetahui”. {Qs. Al Baqarah (2) : 261}
(3) RasulAllah SAW bersabda, ”Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia dibumi. Yang satu menyeru, ”Ya Tuhan, karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kepada Allah”. Yang satu lagi menyeru ”musnahkanlah orang yang menahan hartanya”.
"TOLAK BALA DENGAN SEDEKAH"
Orang-orang yang beriman sangat sadar dengan kekuatan sedekah untuk menolak bala, kesulitan dan berbagai macam penyakit, sebagaimana sabda RasulAllah SAW, sbb :
(1) ”Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah mendahului sedekah”.
(2) ”Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah”.
(3) ”Obatilah penyakitmu dengan sedekah”.
Banyak dari kita yang sudah mengetahui dan memahami perihal anjuran bersedekah ini, namun persoalannya seringkali kita teramat susah untuk melakukannya karena kekhawatiran bahwa kita salah memberi, sebagai contoh kadang kita enggan memberi pengemis/pengamen yang kita temui dipinggir jalan dengan pemikiran bahwa mereka (pengemis/pengamen tsb) menjadikan meminta-minta sebagai profesinya, tidak mendidik, dll. Padahal sesungguhnya prasangka kita yang demikian adalah bisikan-bisikan setan laknatullah yang tidak rela melihat kita berbuat baik (bersedekah), sebaiknya mulai saat ini hendaknya kita hilangkan prasangka-prasangka yang demikian karena seharusnya sedekah itu kita niatkan sebagai bukti keimanan kita atas perintah Allah dan rasul-Nya yang menganjurkan umatnya untuk gemar bersedekah,
Masalah apabila ternyata kemudian bahwa sedekah yang kita beri kepada pengemis/pengamen tadi tidak tepat sasaran, bukan lagi urusan kita, karena sedekah hakekatnya adalah ladang amal bagi hamba-hamba Allah yang bertakwa. Pengemis/pengamen/fakir miskin lainnya adalah ladang amal bagi orang yang berkecukupan, dapat kita bayangkan andaikata tidak ada lagi orang-orang tersebut, kepada siapa lagi kita dapat beramal (bersedekah) ???
Atau kalo kita termasuk orang yang tidak suka memberi sedekah (kepada pengemis/pengamen/fakir miskin) dengan berbagai alasan dan pertimbangan maka biasakanlah bersedekah dengan menyiapkan sejumlah uang sebelum sholat Jum’at dan memasukkan ke kotak-kotak amal yang tersedia dan biasakan dengan memberi sejumlah minimal setiap Jum’at, misalnya Jum’at ini kita menyumbang Rp. 10 ribu ke kotak amal maka sebaiknya Jum’at berikutnya harus sama, syukur-syukur bisa lebih dan terutama harus diiringi dengan keikhlasan.
Sedekah anda, walaupun kecil tetapi amat berharga disisi Allah Azza Wa Jalla. Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebagian hartanya akan merugi didunia dan akhirat karena tidak mendapat keberkahan. Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk untuk kepentingan dirinya. Sebab menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah dan sebaliknya menahannya adalah celaka. Tidak mengherankan jika orang yang bersedekah diibaratkan orang yang berinvestasi dan menabung disisi Allah dengan jalan meminjamkan pemberiannya kepada Allah. Balasan yang akan diperoleh berlipatganda. Mereka tidak akan rugi meskipun pada awalnya mereka kehilangan sesuatu.
"SEDEKAH YANG PAHALANYA TERUS MENGALIR"
Dari Abu Hurairah RA, bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW, telah bersabda : ”Bila seorang hamba telah meninggal, segala amalnya terputus, kecuali tiga hal : amal jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang mendo’akannya” (HR. Bukhari, dalam Adabul Mufrad).
Berikut contoh konkrit, sadaqah (amal) jariah, yang pahalanya terus mengalir walaupun si pemberi sadaqah telah wafat :
SADAQAH JARIAH – KEBAIKAN YANG TAK BERAKHIR (AL SADAQAT AL JARIYAH – THE ACTIONS WHICH OUTLIVES YOU ! )
1. Berikan Al-Quran pada seseorang, setiap saat Al-Quran tersebut dibaca, anda mendapatkan kebaikan. (Give Quran to someone and each time they read from it, you will gain hasanaat.)
2. Ajarkan seseorang sebuah do'a. Pada setiap bacaan do'a itu, anda mendapatkan kebaikan. (Teach someone to recite a dua. With each recitation, you will gain hasanaat)
3. Sumbangkan kursi roda ke RS dan setiap orang sakit menggunakannya, anda mendapatkan kebaikan. (Donate a wheel chair to a hospital and each time a sick person uses it, you will gain hasanaat.)
4. Tanam sebuah pohon. Setiap seseorang atau hewan berlindung dibawahnya atau makan buahnya, anda dapat kebaikan. (Plant a tree. Each time any person or an animal sits under its shade or eats from the tree, you will gain hasanaat.)
5. Tempatkan pendingin air di tempat umum. (Place a water cooler in a public place.)
6. Berbagi bacaan yang membangun dengan seseorang. (Share constructive reading material with someone.)
7. Libatkan diri dalam pembangunan mesjid. (Participate in the building of a mosque.)
8. Berbagi CD Quran atau Do'a. (Share a dua or Quran CD.)
9. Bantulah pendidikan seorang anak. (Help in educating a child.)
10. Bagikan pengetahuan ini dengan orang lain. Jika seseorang menjalankan salah satu dari hal diatas, Anda dapat kebaikan sampai hari Qiamat. (Share this with someone. If one person applies any of the above you will receive your hasanaat until the Day of Judgment.)
Jadilah dai “sejuta artikel” dengan meneruskan artikel ini kepada saudara-saudara kita sesama muslim yang barangkali belum mengetahuinya, sehingga kita tidak dilaknat Allah dan seluruh mahluk karena tidak menyampaikan (menyembunyikan) apa yang telah kita ketahui, sebagaimana dinyatakan dalam Al-Quran surah Al-Baqarah Ayat 159 :
”Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk hidayat, sesudah Kami terangkannya kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk”.
Dari Abdullah bin 'Amru ra, RasulAllah S.A.W bersabda: "Sampaikanlah pesanku walaupun hanya satu ayat”.
Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya : ”Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”, maka para murid menjawab : ”Orang tua, Guru, Teman, Kaum kerabat.” Imam Ghazali menjawab : “Semua jawaban itu benar! Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI ( Surah Ali-Imran:185) . Sebab itu janji Allah Subhana wa ta’ala bahwa “setiap yang bernyawa pasti akan mati…”.
Selanjutnya Imam Ghazali menanyakan ”Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?”, lalu para murid menjawab : ”Negeri Cina, Bulan, Matahari, Bintang-bintang”. Imam Ghazali menjawab kembali “Semua jawaban itu benar ! Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetapi kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama”.
Iman Ghazali kemudian menanyakan kembali ”Apa yang paling besar didunia ini ?”. Lalu para murid menjawab : ”Gunung, Matahari, Bumi. Imam Ghazali kembali menjawab ”Semua jawaban itu benar! Tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf: 179 : Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka”.
Imam Ghazali meneruskan kembali pertanyaannya ”Apa yang paling berat didunia ?”, kemudian para murid menjawab : ”Baja, Besi, Gajah”. Imam Ghazali mengatakan ”Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Ahzab : 72 ” Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, ” )! Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah Subhana wa ta’ala meminta mereka menjadi khalifah(pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah Subhana wa ta’ala sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal memegang amanah.
Imam Ghazali mengajukan pertanyaan berikutnya ”Apa yang paling ringan di dunia ini ?”. Seperti biasanya para murid menjawab : ”Kapas, Angin, Debu, Daun-daun. Selanjutnya Imam Ghazali menjelaskan : ”Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT !. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat”.
Pertanyaan terakhir yang diajukan oleh Imam Ghazali ”Apa yang paling tajam sekali didunia ini ?” . Murid- Murid dengan serentak menjawab : ”Pedang”. Imam Ghazali menjawab : ”Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA! Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati”.
''Hati-hati dengan hutang, sesungguhnya berhutang itu suatu kesedihan pada malam hari dan kerendahan diri (kehinaan) di siang hari.'' (HR Ahmad). Orang yang dibebani hutang akan merasa hilang kebebasan yang dimilikinya. Dia akan selalu dibelenggu sebuah tuntutan untuk melunasi hutang tersebut, pendapatan hasil kerja akan termakan olehnya, sehingga kita tidak lagi bebas membelanjakannya.
Rasulullah Shalallahu ’alaihi wassalam bersabda, ''Janganlah kalian membuat takut jiwa selepas ketenangannya.'' Sahabat bertanya, ''Apa itu wahai Rasulullah?'' Beliau menjawab, ''Hutang."
Hutang ini pula yang telah membelenggu negeri ini, sehingga kita tidak memiliki kebebasan bertindak. Kebijakan-kebijakan pemerintah seringkali mendapat intervensi dari asing yang tiada lain adalah para pendonor kita. Karena itu, Rasulullah menganjurkan kepada umatnya untuk selalu berdoa meminta perlindungan Allah dari bahaya hutang.
Namun dalam segi lain, Islam menganjurkan orang kaya untuk ringan tangan dalam memberikan hutang kepada saudaranya yang sangat membutuhkan. Bahkan, Rasulullah mengungkapkan memberikan hutang memiliki pahala lebih baik daripada bersedekah. Sebuah hadist Hasan menjelaskan, ''Hutang itu pahalanya dua kali lipat daripada pahala sedekah.''
Dalam kisah perjalanan Rasulullah bersama malaikat Jibril pada malam Isra Mi'raj, tertulis di salah satu pintu surga kata-kata, ''Sedekah bersamaan 10 kali ganda dan hutang bersamaan 18 kali ganda.''
Lalu baginda Nabi bertanya kepada Jibril, mengapa demikian? Jawab Jibril, ''Sedekah diberikan kepada seseorang, semua atau sebahagiannya. Sementara hutang, orang tidak akan meminta berhutang kalau tidak karena sebab yang mendesak.'' Hal ini sejalan dengan kehendak Allah seperti yang tercatat di dalam surah al-Maidah ayat 2, ''Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.''
Rasulullah Shalallahu ’alaihi wassalam senantiasa mengingatkan kita akan bahaya berhutang, karena ia akan mengikat kebebasan para pelakunya. Di samping itu, mereka yang meninggal dengan meninggalkan hutang, arwahnya akan terkatung-katung di antara langit dan bumi hingga lunas hutangnya.
Di sisi lain, kita dituntut selalu membantu saudara kita yang sangat memerlukan, baik bantuan secara materi maupun moril. wallahu a'lam.